SOSIOLINGUISTIK: Pengertian dan Ruang Lingkup dalam Sosiolinguistik

SOSIOLINGUISTIK


Oleh :
Vanio Praba
NIM : 101224068
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2015





DASAR SOSIOLINGUISTIK

Sosiolinguistik merupakan ilmu yang mengkaji pengaruh budaya terhadap bahasa yang digunakan pada masyarakat. Elemen pada ilmu interdisipliner ini budaya, bahasa dan masyarakat. Sosiolinguistik mengkaji bahasa sebagai alat komunikasi atau interaksi antara kelompok/masyarakat satu dengan lainnya. 
vaniojankjank.blogspot.co.id


Di dalam masyarakat seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. Oleh karena itu bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual, tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. Atau dengan kasta lain, bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual tetapi juga sebagai gejala sosial.

Sosiolinguistik merupakan kajian linguistik yang masuk dalam studi antara masyarakat dan bahasa, dimana kajian bahasa masuk dalam sistem komunikasi dan sistem sosial. Karena kajian dalam masyarakat lebih aplikatif yaitu untuk berkomunikasi dan bersosial satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik merupakan kajian bahasa yang mengkaji bahasa dalam sistem komunikasi dan sistem sosial dimasyarakat atau antar kelompok masyarakat.
Ilustrasi : Kata "ngak" atau isyarat menggelengkan kepala dalam linguistik merupakan bahasa tidak baku. Namun dalam kajian sosiolinguistik kata/isyarat tersebut dapat digunakan sebagai bentuk komunikasi, karena sesuai dengan situasi.

PENGERTIAN SOSIOLINGUISTIK MENURUT PARA AHLI

Halliday (dalam Sumarsono, 2002: 2) menyebut sosiolinguistik sebagai linguistik institusional (intitutional lingustics), berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu (deals with the relation between a language and the pepople who use it). Sosiolinguistik juga menyoroti keseluruhan masalah yang berhubungan dengan organisasi sosial perilaku bahasa, tidak hanya mencakup pemakaian bahasa saja, melainkan juga sikap-sikap bahasa, perilaku bahasa dan pemakai bahasa. Kajian sosiolinguistik memungkinkan seseorang memulai dari masalah kemasyarakatan kemudian mengaitkan dengan bahasa, bisa juga sebaliknya memulai dengan bahasa lalu mengaitkan dengan gejala-gejala dimasyarakat. 
MAK Halliday
Sumber : commons.wikimedia.org



Pride dan Holmes (dalam Sumarsono, 2002: 2) merumuskan sosiolinguistik secara sederhana: the study of language as part of culture and sociaty, yaitu kajian bahasa sebagai bagian dari kebudayaan dan masyarakat. Rumusan yang dipaparkan di atas menekankan bahwa bahasa bukan merupakan suatu yang berdiri sendiri, melainkan satu kesatuan. Budaya dan bahasa saling berkesinambungan, karena bahasa adalah bagian dari kebudayaan (language in culture).

Appel (dalam Aslinda dan Leni, 2007: 6) mengatakan, sosiolinguistik memandang bahasa sebagai sistem sosial dan sistem komunikasi serta merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan tertentu, sedangkan yang dimaksud dengan pemakaian bahasa adalah bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam situasi kongkret. Kesimpulan dari Appel adalah dalam sosiolinguistik, bahasa tidak dilihat secara internal, tetapi dilihat sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat. Seseorang yang sudah ada di dalam lingkup masyarakat, tidak akan lagi dipandang sebagai individu yang terpisah, akan tetapi sebagai anggota dari kelompok sosial. Oleh karena itu bahasa tidak dinilai secara individu, tetapi dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat atau dipandang secara sosial.

Thelander (dalam Chaer dan Agustina, 2010: 115) menjelaskan perbedaaan alih kode dan campur kode. bila di dalam suatu peristiwa tutur terjadi peralihan dari satu klausa suatu bahasa ke klausa bahasa lain, maka peristiwa yang terjadi adalah alih kode. tetapi apabila di dalam suatu peristiwa tutur, klausa-klausa maupun frasa-frasa yang digunakan terdiri dari klausa dan frasa campuran, dan masing-masing klausa atau frasa itu tidak lagi mendukung fungsi sendiri-sendiri, maka peristiwa yang terjadi adalah campur kode, bukan alih kode. dalam hal ini menurut Thelander selanjutnya, memang ada kemungkinan terjadinya perkembangan dari campur kode ke alih kode. perkembangan ini, misalnya, dapat dilihat kalu ada usaha untuk mengurangi kehibridan klausa-klausa atau frasa-frasa yang digunakan, serta memberi fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan keotonomian bahasanya masing-masing.

Fhasold (dalam Chaer dan Agustina, 2010: 115) menawarkan kriteria gramatika untk membedakan campur kode dan alih kode. kalau seseorang menggunkan satu kata atau frasa dari satu bahasa, dia telah melakukan campur kode. tetapi apabila satu klausa jela-jelas memiliki struktur gramatika satu bahasa, dan klausa berikutnya disusun menurut struktur gramatika bahasa lain, maka peristiwa yang terjadi adalah alih kode.

Abdul Caher, Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya dalam masyarakat. Abdul Chaer dalam bukunya (Sosiolinguistik: Linguistik Umum tahun 1994) berpendapat bahwa sosiolinguistik merupakan ilmu atau kajian yang mengkaji antara pemakai dan pemakaian bahasa, tempat pemakaian bahasa, tata tingkat bahasa, berbagai akibar dari adanya kontak dua bahasa atau lebih, dan ragam serta waktu pemakaian ragam bahasa itu.

Nababan, pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan disebut Sosiolinguistik (Nababan, 1984 Sosiolinguistik Perkenalan Awal). Menurut Nababn sosiolinguistik merupakan ilmu atau kajian yang mengungkapkan hubungan bahasa dengan pengunaan bahasa sendiri di lingkup masyarakat. Sosiolinguistik merupakan ilmu yang mengkaji bahasa dalam hubungan masyarakat satu sama lain.

Topik apa saja yang dikaji dalam sosiolinguistik?

Dalam ilmu sosiolinguistik, apa saja yang dikaji. Untuk memahami apa saja kajian sosiolinguistik berikut akan dipaparkan topik-topik kajian dalam sosiolinguistik.
    Topik utama dalam kajian sosiolinguistik ada tiga, yaitu;
  1. Konteks sosial dan kebudayaan,
  2. Hubungan antara ciri kebahasaan suatu bahasa dan faktor sosial dan kebudayaan,
  3. Fungsi sosial bahasa dan penggunaan bahasa dalam masyarakat.
Berdasarkan ketiga topik utama tersebut, maka sosiolinguistik mengkaji topik-topik khusus seperti, (a) Bahasa, dialek, idiolek, dan ragam bahasa (b) Repertoar bahasa (c) Masyarakat bahasa (d) Kedwibahasaan dan Kegandabahasaan (e) Fungsi kemasyarakatan bahasa dan profil sosiolinguistik (f) Penggunaan bahasa (g) Sikap bahasa (h) Perencanaan Bahasa (i) Interaksi Sosiolinguistik (j) Bahasa dan kebudayaan.

Topik-topik khusus sosiolinguistik tersebut dijelaskan secara rinci dibawah ini :

a. Bahasa, Dialek, Idiolek dan Ragam Bahasa.

Bahasa

Dalam sosiolinguistik, bahasa itu adalah dialek-dialek yang penutur-penuturnya saling memahami maksud tuturan, atau saling mengerti maksud tuturan.

Idiolek

Idiolek adalah sistem bahasa seseorang. Misal, dalam kebiasaan berbahasa seseorang menggunakan kata cuma pada setiap komunikasinya. Dapat juga idiolek diartikan variasi bahasa pada diri seseorang.

Dialek

Dialek adalah variasi bahasa yang dimiliki sekelompok orang. Ada yang disebut dialek geografi, dialek sosial (Sosiolek), dialek fungsional (fungsiolek) dan dialek yang disebabkan karena waktu (kronolek).

Ragam bahasa

Ragam bahasa adalah istilah untuk dialek yang disebabkan olehkarena faktor-faktor komunikasi. Misal, faktor penutur, tempat bicara, tujuan bicara)

b. Repertoar bahasa.

Repetoar bahasa adalah semua bahasa dan semua ragam bahasa yang diketahui dan dipakai seseorang. Ada seseorang yang hanya mengetahui satu bahasa (bahasa pertama), dua bahasa (bahasa pertama dan kedua), tiga bahasa (bahasa pertama, bahasa kedua dan bahasa asing).

c. Masyarakat bahasa.

Masyarakat bahasa adalah sekumpulan orang yang menggunakan sistem isyarat bahasa yang sama.

d. Kedwibahasaan dan Kegandabahasaan.

Kedwibahasaan (Bilingualisme)

Kedwibahasaan atau bilingualisme, merupakan istilah yang dipakai untuk dua pengertian dengan arti yang berbeda. Bilingualitas dipakai untuk pengertian mempergunakan dua bahasa dalam pergaulan hidup seseorang, dan bilingualisme untuk pengertian kebiasaan untuk memakai dua bahasa. Dalam topik kedwibahasaan, antara lain, dibicarakan topik alih kode, campur kode, dan interferensi. Dalam kedwibahasaan terdapat istilah kontak bahasa adalah penggunaan lebih dari satu bahasa dalam tempat dan waktu yang sama.

e. Fungsi kemasyarakatan bahsa dan profil sosiolinguistik.

Fungsi kemasyarakatan dan kedudukan kemasyarakatan bahasa adalah fungsi dan kedudukan bahasa dalam masyarakat. Itulah sebabnya, lalu muncul istilah bahasa nasional, bahasa negara, bahasa resmi, bahasa pendidikan, bahasa keragaman, dan bahasa kelompok

f. Penggunaan bahasa.

Penggunaan bahasa dan laku bahasa dibicarakan unsur-unsur di dalam tindak bahasa dan pilihan bentuk dan pilihan ragam bahasanya. Di dalam topik ini kita kenal akronim SPEAKING yang berisi unsur-unsur tindak bahasa.

g. Sikap bahasa

Sikap bahasa adalah topik sosiolinguistik yang membicarakan sikap seseorang terhadap suatu bahasa. Sikap berkaitan dengan senag tidaknya terhadap sesuatu. Jika sikap terhadap suatu bahasa itu positif (senang) senang maka seseorang akan termotivasi untuk mempelajari bahasa itu.

h. Perencanaan bahasa

Perencanaan bahasa membicarakan bagaimana bahasa dibakukan, dipelihara, dan dibina serta dikembangkan.

i. Interaksi sosiolinguistik

Interaksi sosiolinguistik mengenai seseorang memiliki kemampuan di luar kemampuan linguistik, yaiutu kemampuan komunikatif, dan kemampuan memahami makna yang sebenarnya dari unsur-unsur kebahasaan.

j. Bahasa dan budaya.

Bahasa dan budaya membicarakan hubungan antara bahasa dan kebudayaan misalnya dibicarakan apa yang disebut relativitas kebahasaan. Dikenal hipotersis Sapir-whorf, yang isinya pernyataan (pendapat) cara berpikir dan bertindak seseorang dipengaruhi oleh struktur kosa kata bahasanya.

Apa fungsi dan kegunaan sosiolinguistik?

Dalam ilmu sosiolinguistik, apa fungsi dari sosiolinguistik? ALasan lahirnya sosiolinguistik adalah karena bahasa sebagai ilmu (linguistik) tidak dapat menjelaskan tindak bahasa manusia, karena yang dipaparkan hanya unsur-unsur bahasanya. Sehingga munculah interdisipliner ilmu linguistik dalam kajian sosial yaitu sosiolinguistik.

Seperti yang saya paparkan di atas, mengenai kata "ngak" sama artinya dengan "tidak". Akan tetapi dari sudut pemakaiannya ada perbedaan dan perbedaan penggunaan;"ngak" digunakan dalam situasi tidak resmi, dan "tidak" digunakan dalam situasi resmi.

Lantas apa fungsi dari sosiolinguistik sebagai cabang ilmu linguistik yang mengkaji budaya, sosial, dan bahasa dalam masyarakat? Dari berbagai sumber yang saya peroleh berikut ini beberapa fungsi dari sosiolinguistik;
  1. Sosiolinguistik menyadarkan kepada pemakai bahwa dalam pemakaian bahasa ada variasi bahasa, dan apa yang baku ternyata tidak selalu salah. seperti contoh ngak di atas.

  2. Sosiolinguistik juga menyadarkan kita bahwa terhadap suatu bangsa, sesorang ada yang senang, tetapi ada yang tidak senag; jadi ada yang sikap bahasanya positif, ada yang negatif. sikap atau perasaan ini mempengaruhi orang itu dalam mempelajari bahasa tersebut.

  3. Bahasa yang dipakai akan selalu berkembang. Perkembangan bahasa dapat mempengaruhi ke yang positif, tetapi juga dapat mempengaruhi ke yang negatif. Oleh karena itu, perlu ada perencanaan bahasa ada pembinaan bahasa, ada pembakuan bahasa. Kesadaran ini akan timbul dengan lahirnya sosiolinguistik.

  4. sosiolinguistik menyadarkan kepada kita bahwa menjadi terampil berbahasa tidak cukup hanya memiliki kemampuan tatabahasa. Seseorang perlu mmemiliki juga kempuan komunikatif. Kemampuan tatabahasa adalah kempuan membentuk satuan-satuan bahasa seperti frasa, klausa, dan kalimat. Kemampuan komunikatid adalah kemampuan memilih dan menggunakan satuan bahasa itu sesuai dengan konteks komunikasi. kesadaran inilah yang melahirkan pendekatan komunikatid bukan pendekatan secara linguistik dalam pengajaran bahasa.

Kesimpulan

Kesimpulannya, sumbangan sosiolinguistik kepada pengajaran bahasa adalah;
  1. Penekanan pada kebermaknaan bahasa.
  2. Pengertian yang mendalam bahwa bahasa itu beragam.
  3. Tujuan pengajaran bahasa harus bersumber pada penggunaan bahasa dalam masyarakat.
  4. Bentuk-bentuk bahasa yang diajarkan disesuaikan dengan bentuk bahasa yang berfungsi dalam masyarakat.

Daftar Bacaan

Aslinda dan Leni Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina.2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta:RinekaCipta.
Chaer, abdul. (1994). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
P.W.J. Nababan, (1984). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia. Pateda, mansoer. 1990.Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.
Poedjosoedarmo, Sopomo. 1978. Kodedan Alih Kode Widyaparwa, tahun 1978.
Rahardi, R. Kunjana. 2001. Sosiolinguistik, Kode dan Alih Kode.Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ramlan, M. 1981. Ilmu Bahasa Indonesia. Yogyakarta: UP. Karyono.
Ramlan,M. 1987. Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono.
Sumarsonodan Paina Partana.(2002). Sosiolinguistik.Yogyakarta:Sabda.
Suwito. 1983. Sosiolinguistik: Teoridan Problem. Surakarta: Henary Offset.

No comments:

Post a Comment

Untuk pemesanan desain dan layout bisa kontak kami langsung,

wa : 085664366629