KALIMAT EFEKTIF DAN PRINSIP-PRINSIP EFEKTIVITAS KALIMAT

pengarang : Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.
KALIMAT
Lazimnya, kalimat dapat dipahami sebagai satuan bahasa terkecil yang dapat digunakan untuk menyampaikan ide atau gagasan. Dapat dikatakan sebagai satuan bahasa terkecil karena sesungguhnya di atas tataran kalimat itu masih terdapat satuan kebahasaan lain yang jauh lebih besar. Pakar berbeda menyatakan bahwa kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi akhir, dan secara aktual dan potensial terdiri atas klausa.
Jadi, tidak salah pula kalau dikatakan bahwa sesungguhnya sebuah kalimat membicarakan hubungan antara klausa yang satu  dan yang lainnya. (hal 76)





KALIMAT EFEKTIF
      Definisi kalimat efektif
Kalimat tidak boleh dipahami hanya sekadar bangunan kebahasaan yang minimal terdiri dari unsur subjek dan unsur predikat. Juga, kalimat tidak cukup dipahami hanya sebagai satuan kebahasaan terkecil yang dapat digunakan untuk mengungkapkan idea tau gagasan yang utuh. Akan tetapi, lebih dari semuanya itu, sebuah kalimat harus dipahami sebagai entitas kebahasaan yang mampu menimbulkan kembali gagasan atau ide yang ada dalam diri penulis., persis sama dengan ide atau gagasan yang dimiliki pembacanya.
Demikian pula dalam konteks tuturan  lisan, sebuah tuturan yang efektif itu harus dapat membangkitkan kembali gagasan yang dimiliki oleh pendengar, persis sama dengan apa yang dimiliki oleh pembicaranya. Nah, itulah sesungguhnya yang dimaksud dengan kalimat efektif, atau dalam konteks pemakaian lisan disebut sebagai tuturan efektif. Ada sejumlah prinsip yang harus benar-benar diketahui dan dipahami oleh seseorang ketika dia harus mengkonstruksi kalimat efektif.
Demikian pula, bagi seorang penutur atau pembicara, ada sejumlah prinsip yang harus mereka kuasai ketika harus mengkonstruksi tuturan efektif. (hal 93)

PRINSIP-PRINSIP EFEKTIVITAS KALIMAT
Prinsip pertama yang harus dikuasai oleh seseorang agar dapat mengkonstruksi kalimat yang efektif adalah bahwa kalimat itu harus disusun dengan mempertimbangkan dan memperhitungkan kesepadanan bentuk atau kesepadanan unsurnya. Adapun yang dimaksud dengan prinsip kesepadanan struktur adalah adanya keseimbangan antara ide atau pikiran yang dimiliki oleh seseorang dengan bentuk kalimat atau struktur kalimat yang digunakan.
Prinsip kesepadanan struktur itu di antaranya terlihat dari (1) adanya kejelasan subjek, (2) tidak adanya subjek ganda, (3) tidak adanya kesalahan dalam pemanfaatan konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat, dan (4) adanya kejelasan predikat kalimat. Kejelasan subjek dapat dijamin dari tidak ditempatkannya preposisi atau kata depan di depan subjek kalimat. Kejelasan predikat dijamin dari tidak adanya ‘yang’ di depan predikat itu. Subjek ganda lazimnya terjadi karena orang tidak benar-benar paham dengan esensi daan fungsi subjek dalam kalimat. Kesalahan penempatan konjungsi lazimnya juga disebabkan oleh tidak pahamnya seseorang akan hakikat konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat dalam sebuah kalimat majemuk.

SUMBER

Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. 2009. Jakarta: Penerbit Erlangga.

No comments:

Post a Comment

Untuk pemesanan desain dan layout bisa kontak kami langsung,

wa : 085664366629